|
|
Berita HAM
Tak Ada Strategi Detail Soal HAM
Jakarta, Kompas - Tidak ada satu pun partai politik peserta Pemilihan Umum 2009 yang memiliki rencana kerja dan strategi mendetail dalam bidang pertahanan keamanan, politik-hukum-HAM, serta politik luar negeri dan hubungan internasional.
Berita HAM
Rebut Kembali Ruang Politik bagi Pemajuan
Depok, Kompas - Demokrasi bukan sekadar pemilu. Lebih dari itu, demokrasi adalah ruang tempat keadilan ditegakkan serta hak asasi manusia dan kesetaraan dijamin. Dengan substansi demikian, Pemilihan Umum 2009 hanyalah ruang inisiasi pembaruan yang selayaknya dipandang sebagai arena strategis untuk melibatkan seluas-luasnya partisipasi publik.
Berita HAM
Kejaksaan Agung Harus Berani Jujur
Jakarta, Kompas - Dalam proses hukum penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia berat, Kejaksaan Agung harus berani jujur mengungkapkan apa yang menyebabkan proses hukum tersebut macet. Tidak cukup Kejaksaan Agung berkelit pada prosedur hukum sebagaimana diatur undang-undang tentang HAM dan Pengadilan HAM.
Tulisan Staf
Otsus Papua Sekarat
Sejak 2002 sampai 2008, dana otonomi khusus (otsus) yang digelontorkan ke Papua hampir Rp 13,89 triliun. Untuk 2009, direncanakan sebanyak Rp 8,3 triliun dana otsus untuk Papua, Papua Barat, serta Aceh
Elsam dan Media
UU Tak Ramah HAM
Jakarta, Kompas - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat atau Elsam dalam kajiannya menilai Dewan Perwakilan Rakyat belum memiliki kemampuan optimal mengintegrasikan hak asasi manusia dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Hal itu diduga akibat tingginya politik transaksional antarfraksi di DPR.
--------------------------------------------
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Institute for Policy Research and Advocacy), disingkat ELSAM, adalah organisasi advokasi kebijakan yang berdiri sejak Agustus 1993 di Jakarta. Awalnya berbentuk yayasan, kemudian dalam perkembangannya berubah menjadi perkumpulan pada 8 Juli 2002.
ELSAM berasaskan pembukaan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Tujuannya mewujudkan tatanan masyarakat yang berpegang kepada nilai-nilai hak asasi manusia, keadilan, dan demokrasi, baik dalam rumusan hukum maupun dalam pelaksanaannya.
Untuk mencapai tujuannya, ELSAM melakukan usaha-usaha sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian terhadap kebijakan-kebijakan (
policies
) dan atau hukum (
laws and regulations
), penerapannya, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomis, dan budaya , masyarakat;
2.
Mengembangkan gagasan dan konsepsi atau alternatif kebijakan atas hukum yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan melindungi hak asasi manusia;
3. Melakukan advokasi dalam berbagai bentuk bagi penenuhan hak-hak, kebebasan, dan kebutuhan masyarakat yang berkeadilan; Menyebarluaskan informasi berkenaan dengan gagasan, konsep, dan kebijakan atau hukum yang berwawasan hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan di tengah masyarakat luas
ELSAM mempunyai empat kegiatan utama sebagai berikut:
-
Studi kebijakan dan/atau hukum yang berdampak pada hak asasi manusia;
-
Advokasi hak asasi manusia dalam berbagai bentuknya;
-
Pendidikan dan pelatihan hak asasi manusia;
-
Penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia.
Penerbitan ELSAM ditujukan untuk masyarakat umum, para penegak hukum, pengambil kebijakan dan yang berkepentingan lainnya. Penerbitan ELSAM terdiri dari:
1.
Buku, Jurnal, dan Kertas Kerja
; merupakan hasil studi yang disiapkan oleh ELSAM mau pun hasil terjemahan sejumlah naskah instrumen internasional hak asasi manusia atau buku hak asasi manusia.
2.
Observasi Persidangan
; merupakan hasil laporan terhadap jalannya persidangan dengan menggunakan parameter hak asasi manusia. Persidangan yang menjadi fokus di sini adalah persidangan kasus-kasus politik dan pelanggaran hak asasi manusia.
3.
Buletin
; merupakan media untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa hak asasi manusia secara reguler kepada masyarakat umum. Buletin ini diberi nama
ASASI.
Alamat:
Jl. Siaga II No 31, Pejaten Barat
Jakarta 12510, INDONESIA.
Tel: +62 21 7972662 atau 79192564
Fax: +62 21 79192519
E-mail:
elsam@nusa.or.id
atau
advokasi@indosat.net.id
Website:
www.elsam.or.id
Susunan Organisasi Elsam:
Dewan Pembina
Ketua:
Asmara Nababan, SH
Wakil Ketua:
Drs. Hadimulyo, MSc.
Sekretaris 1:
Ifdhal Kasim, SH
Sekretaris 2:
Fransisca Ery Seda, PhD
Bendahara:
Ir. Yosep Adi Prasetyo
Anggota:
Abdul Hakim G. Nusantara, SH, LLM
Agung Putri Astrid Kartika, MA
Ir. Agustinus Rumansara, M.Sc.
Lies Marcoes, MA
Johni Simanjuntak, SH
Kamala Chandrakirana, MA
Maria Hartiningsih
E. Rini Pratsnawati
Sandra Yati Moniaga, SH
Ir. Suraiya Kamaruzzaman, LLM
Raharja Waluya Jati
Dewan Eksekutif
Direktur Eksekutif:
Dra. I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, MA
Deputi Direktur (Program):
Abdul Haris Semendawai, SH, LLM
Deputi Direktur (Internal):
Otto Adi Yulianto, SE
Koordinator Program:
Kampanye & Jaringan:
Atnike Nova Sigiro, S.Sos, M.Sc
Pendidikan & Latihan:
Sentot Setyosiswanto, S.Sos
Informasi & Dokumentasi:
vacant
Pelayanan Hukum:
Supriyadi W Eddyono, SH
Publikasi:
Eddie Sius Riyadi, SH
Riset:
Indriaswati Dyah S, SH, LLM
Kepala Keuangan:
Ign. Prasetyo, SE
Kepala Rumah Tangga:
Yuniarty, SS
Kepala Personalia:
Adyani Hapsari W
Staff:
Staff Khusus untuk Papua & Aceh:
Amiruddin, MSi
Kampanye:
Agung Yudhawiranata, S.IP, LLM
Jaringan:
Ester Rini Pratsnawati
Pendidikan & Latihan:
Ikhana Indah Barnasaputri, SH
Informasi & Dokumentasi:
Ign.Taat Ujianto,
Paijo,
Triana Dyah P, SS
Riset:
Betty Yolanda, SH,
Pelayanan Hukum:
Wahyu Wagiman, SH
Keuangan:
Elisabet Maria Sagala, SE,
Maria Ririhena, SE,
Siti Sumarni, SE
Usaha Dana & Umum:
Khumaedy
Beberapa file di situs ini menggunakan format Acrobat (pdf), untuk melihatnya, anda membutuhkan software pembaca format tersebut. jika anda belum memilikinya, anda dapat mendownloadnya
di sini.
|
|
|
|
Elsam dalam Media
UU Tak Ramah HAM
Jakarta, Kompas - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat atau Elsam dalam kajiannya menilai Dewan Perwakilan Rakyat belum memiliki kemampuan optimal mengintegrasikan hak asasi manusia dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Hal itu diduga akibat tingginya politik transaksional antarfraksi di DPR.
15 Tahun ELSAM: Perjuangan Tanpa Akhir
Senin, 1 September 2008 | 00:17 WIB
Meski telah melalui waktu 10 tahun setelah runtuhnya Orde Baru, perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia belum selesai hingga ini. Kepentingan kekuasaan masih mengancam jalannya proses pembelajaran demokrasi dan penghormatan HAM.
Itulah pesan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) kepada pembela HAM lainnya dan juga warga biasa dalam sebuah orasi berjudul Dari Luar ke Dalam: Pembela HAM di Tengah Ragam Ruang Kuasa di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (27/8). Orasi itu disampaikan Kamala Chandrakirana.
Tirani Modal Ancam Demokrasi Indonesia
DEPOK, KAMIS - Kuatnya tirani modal di berbagai aspek kehidupan di Indonesia pascareformasi 1998 menjadi keresahan bersama dari para aktivis dan intelektual. Kondisi ini mengancam demokrasi yang seharusnya menjadi ciri utama reformasi.
Tirani Modal Jadi Sumber Kesengsaraan Rakyat
DEPOK, KAMIS - Tirani modal telah menjadi sumber kesengsaraan rakyat. Tidak heran jika kesengsaraan rakyat ketika menghadapi kuatnya desakan modal menjadi problem yang dirasakan banyak orang.
Parties 'serve corporate interests'
Indonesia has seen regime changes, but the tyranny of capital has always determined the road to power, with the democratic process benefiting only the wealthy groups at the expense of the poor majority, political experts said Tuesday.
|
|
|