|
|
Lembaga Negara LPSK Belum Dapat Bekerja
Jumat, 5 September 2008 | 00:22 WIB
Jakarta, Kompas - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK sampai sekarang belum bekerja karena belum memiliki sarana pendukung. Padahal, tujuh anggota lembaga itu sudah resmi ditetapkan oleh keputusan presiden sejak 8 Agustus lalu dan sudah menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat.
Berita HAM
kasus talangsari Kesimpulan Komnas HAM Disambut
Jakarta, Kompas - Walau masih harus menunggu kepastian hasil rapat pleno Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM, kesimpulan penyelidikan Tim Ad Hoc Komnas HAM untuk Kasus Talangsari, Lampung, disambut gembira oleh sejumlah pihak.
Elsam dan Media
15 Tahun ELSAM: Perjuangan Tanpa Akhir
Senin, 1 September 2008 | 00:17 WIB
Meski telah melalui waktu 10 tahun setelah runtuhnya Orde Baru, perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia belum selesai hingga ini. Kepentingan kekuasaan masih mengancam jalannya proses pembelajaran demokrasi dan penghormatan HAM.
Itulah pesan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) kepada pembela HAM lainnya dan juga warga biasa dalam sebuah orasi berjudul Dari Luar ke Dalam: Pembela HAM di Tengah Ragam Ruang Kuasa di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (27/8). Orasi itu disampaikan Kamala Chandrakirana.
Elsam dan Media
Tirani Modal Ancam Demokrasi Indonesia
DEPOK, KAMIS - Kuatnya tirani modal di berbagai aspek kehidupan di Indonesia pascareformasi 1998 menjadi keresahan bersama dari para aktivis dan intelektual. Kondisi ini mengancam demokrasi yang seharusnya menjadi ciri utama reformasi.
Elsam dan Media
Tirani Modal Jadi Sumber Kesengsaraan Rakyat
DEPOK, KAMIS - Tirani modal telah menjadi sumber kesengsaraan rakyat. Tidak heran jika kesengsaraan rakyat ketika menghadapi kuatnya desakan modal menjadi problem yang dirasakan banyak orang.
--------------------------------------------
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Institute for Policy Research and Advocacy), disingkat ELSAM, adalah organisasi advokasi kebijakan yang berdiri sejak Agustus 1993 di Jakarta. Awalnya berbentuk yayasan, kemudian dalam perkembangannya berubah menjadi perkumpulan pada 8 Juli 2002.
ELSAM berasaskan pembukaan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Tujuannya mewujudkan tatanan masyarakat yang berpegang kepada nilai-nilai hak asasi manusia, keadilan, dan demokrasi, baik dalam rumusan hukum maupun dalam pelaksanaannya.
Untuk mencapai tujuannya, ELSAM melakukan usaha-usaha sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian terhadap kebijakan-kebijakan (
policies
) dan atau hukum (
laws and regulations
), penerapannya, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomis, dan budaya , masyarakat;
2.
Mengembangkan gagasan dan konsepsi atau alternatif kebijakan atas hukum yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan melindungi hak asasi manusia;
3. Melakukan advokasi dalam berbagai bentuk bagi penenuhan hak-hak, kebebasan, dan kebutuhan masyarakat yang berkeadilan; Menyebarluaskan informasi berkenaan dengan gagasan, konsep, dan kebijakan atau hukum yang berwawasan hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan di tengah masyarakat luas
ELSAM mempunyai empat kegiatan utama sebagai berikut:
-
Studi kebijakan dan/atau hukum yang berdampak pada hak asasi manusia;
-
Advokasi hak asasi manusia dalam berbagai bentuknya;
-
Pendidikan dan pelatihan hak asasi manusia;
-
Penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia.
Penerbitan ELSAM ditujukan untuk masyarakat umum, para penegak hukum, pengambil kebijakan dan yang berkepentingan lainnya. Penerbitan ELSAM terdiri dari:
1.
Buku, Jurnal, dan Kertas Kerja
; merupakan hasil studi yang disiapkan oleh ELSAM mau pun hasil terjemahan sejumlah naskah instrumen internasional hak asasi manusia atau buku hak asasi manusia.
2.
Observasi Persidangan
; merupakan hasil laporan terhadap jalannya persidangan dengan menggunakan parameter hak asasi manusia. Persidangan yang menjadi fokus di sini adalah persidangan kasus-kasus politik dan pelanggaran hak asasi manusia.
3.
Buletin
; merupakan media untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa hak asasi manusia secara reguler kepada masyarakat umum. Buletin ini diberi nama
ASASI.
Alamat:
Jl. Siaga II No 31, Pejaten Barat
Jakarta 12510, INDONESIA.
Tel: +62 21 7972662 atau 79192564
Fax: +62 21 79192519
E-mail:
elsam@nusa.or.id
atau
advokasi@indosat.net.id
Website:
www.elsam.or.id
Susunan Organisasi Elsam:
Dewan Pembina
Ketua:
Asmara Nababan, SH
Wakil Ketua:
Drs. Hadimulyo, MSc.
Sekretaris 1:
Ifdhal Kasim, SH
Sekretaris 2:
Fransisca Ery Seda, PhD
Bendahara:
Ir. Yosep Adi Prasetyo
Anggota:
Abdul Hakim G. Nusantara, SH, LLM
Agung Putri Astrid Kartika, MA
Ir. Agustinus Rumansara, M.Sc.
Lies Marcoes, MA
Johni Simanjuntak, SH
Kamala Chandrakirana, MA
Maria Hartiningsih
E. Rini Pratsnawati
Sandra Yati Moniaga, SH
Ir. Suraiya Kamaruzzaman, LLM
Raharja Waluya Jati
Dewan Eksekutif
Direktur Eksekutif:
Dra. I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, MA
Deputi Direktur (Program):
Abdul Haris Semendawai, SH, LLM
Deputi Direktur (Internal):
Otto Adi Yulianto, SE
Koordinator Program:
Kampanye & Jaringan:
Atnike Nova Sigiro, S.Sos, M.Sc
Pendidikan & Latihan:
Sentot Setyosiswanto, S.Sos
Informasi & Dokumentasi:
vacant
Pelayanan Hukum:
Supriyadi W Eddyono, SH
Publikasi:
Eddie Sius Riyadi, SH
Riset:
Indriaswati Dyah S, SH, LLM
Kepala Keuangan:
Ign. Prasetyo, SE
Kepala Rumah Tangga:
Yuniarty, SS
Kepala Personalia:
Adyani Hapsari W
Staff:
Staff Khusus untuk Papua & Aceh:
Amiruddin, MSi
Kampanye:
Agung Yudhawiranata, S.IP, LLM
Jaringan:
Ester Rini Pratsnawati
Pendidikan & Latihan:
Ikhana Indah Barnasaputri, SH
Informasi & Dokumentasi:
Ign.Taat Ujianto,
Paijo,
Triana Dyah P, SS
Riset:
Betty Yolanda, SH,
Pelayanan Hukum:
Wahyu Wagiman, SH
Keuangan:
Elisabet Maria Sagala, SE,
Maria Ririhena, SE,
Siti Sumarni, SE
Usaha Dana & Umum:
Khumaedy
Beberapa file di situs ini menggunakan format Acrobat (pdf), untuk melihatnya, anda membutuhkan software pembaca format tersebut. jika anda belum memilikinya, anda dapat mendownloadnya
di sini.
|
|
|
|
Elsam dalam Media
15 Tahun ELSAM: Perjuangan Tanpa Akhir
Senin, 1 September 2008 | 00:17 WIB
Meski telah melalui waktu 10 tahun setelah runtuhnya Orde Baru, perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia belum selesai hingga ini. Kepentingan kekuasaan masih mengancam jalannya proses pembelajaran demokrasi dan penghormatan HAM.
Itulah pesan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) kepada pembela HAM lainnya dan juga warga biasa dalam sebuah orasi berjudul Dari Luar ke Dalam: Pembela HAM di Tengah Ragam Ruang Kuasa di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (27/8). Orasi itu disampaikan Kamala Chandrakirana.
Tirani Modal Ancam Demokrasi Indonesia
DEPOK, KAMIS - Kuatnya tirani modal di berbagai aspek kehidupan di Indonesia pascareformasi 1998 menjadi keresahan bersama dari para aktivis dan intelektual. Kondisi ini mengancam demokrasi yang seharusnya menjadi ciri utama reformasi.
Tirani Modal Jadi Sumber Kesengsaraan Rakyat
DEPOK, KAMIS - Tirani modal telah menjadi sumber kesengsaraan rakyat. Tidak heran jika kesengsaraan rakyat ketika menghadapi kuatnya desakan modal menjadi problem yang dirasakan banyak orang.
Parties 'serve corporate interests'
Indonesia has seen regime changes, but the tyranny of capital has always determined the road to power, with the democratic process benefiting only the wealthy groups at the expense of the poor majority, political experts said Tuesday.
LSM Dan Masyarakat Harus Dorong PARPOL Untuk Perhatikan Penegakan HAM
Jakarta,(Modus.or.id). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat diharapkan untuk dapat mendorong partai politik untuk lebih memperhatikan persoalan hak asasi manusia (HAM) dalam program partai politik.Sebab selama ini partai politik tidak memberikan perhatian dibidang HAM.
|
|
|